Selasa, 01 Februari 2011

JUMLAH ERITROSIT DAN LEUKOSIT

I.       JUDUL                         :  JUMLAH ERITROSIT DAN LEUKOSIT

II.     TUJUAN                      :  Menghitung jumlah eritrosit dan leukosit pada mencit.

III.    TEORI
Darah merupakan gabungan dari cairan, sel-sel dan partikel yang menyerupai sel, yang mengalir dalam arteri, kapiler dan vena; yang mengirimkan oksigen dan zat-zat gizi ke jaringan dan membawa karbon dioksida dan hasil limbah lainnya. KOMPONEN CAIRAN. Lebih dari separuh bagian dari darah merupakan cairan (plasma), yang sebagian besar mengandung garam-garam terlarut dan protein. Protein utama dalam plasma adalah albumin. Protein lainnya adalah antibodi (imunoglobulin) dan protein pembekuan. Plasma juga mengandung hormon-hormon, elektrolit, lemak, gula, mineral dan vitamin.
Selain menyalurkan sel-sel darah, plasma juga:
-     Merupakan cadangan air untuk tubuh
-     Mencegah mengkerutnya dan tersumbatnya pembuluh darah
-     Membantu mempertahankan tekanan darah dan sirkulasi ke seluruh tubuh.
Bahkan yang lebih penting, antibodi dalam plasma melindungi tubuh melawan bahan-bahan asing (misalnya virus, bakteri, jamur dan sel-sel kanker), ketika protein pembekuan mengendalikan perdarahan. Selain menyalurkan hormon dan mengatur efeknya, plasma juga mendinginkan dan menghangatkan tubuh sesuai dengan kebutuhan.




KOMPONEN SEL
-       Sel darah merah (eritrosit).
Merupakan sel yang paling banyak dibandingkan dengan 2 sel lainnya, dalamkeadaan normal mencapai hampir separuh dari volume darah. Sel darah merah mengandung hemoglobin, yang memungkinkan sel darah merah membawa oksigen dari paru-paru dan mengantarkannya ke seluruh jaringan tubuh. Oksigen dipakai untuk membentuk energi bagi sel-sel, dengan bahan limbah berupa karbon dioksida, yang akan diangkut oleh sel darah merah dari jaringan dan kembali ke paru-paru.

-       Sel darah putih (leukosit)
Jumlahnya lebih sedikit, dengan perbandingan sekitar 1 sel darah putih untuk setiap 660 sel darah merah. Terdapat 5 jenis utama dari sel darah putih yang bekerja sama untuk membangun mekanisme utama tubuh dalam melawan infeksi, termasuk menghasilkan antibodi.

-       Neutrofil, juga disebut granulosit karena berisi enzim yang mengandung granul-granul, jumlahnya paling banyak. Neutrofil membantu melindungi tubuh melawan infeksi bakteri dan jamur dan mencerna benda asing sisa-sisa peradangan.
Ada 2 jenis neutrofil, yaitu neutrofil berbentuk pita (imatur, belum matang) dan neutrofil bersegmen (matur, matang).

-     Limfosit memiliki 2 jenis utama, yaitu limfosit T (memberikan perlindungan terhadap infeksi virus dan bisa menemukan dan merusak beberapa sel kanker) dan limfosit B (membentuk sel-sel yang menghasilkan antibodi atau sel plasma).

-       Monosit mencerna sel-sel yang mati atau yang rusak dan memberikan perlawanan imunologis terhadap berbagai organisme penyebab infeksi.
-       Eosinofil membunuh parasit, merusak sel-sel kanker dan berperan dalam respon alergi.
-       Basofil juga berperan dalam respon alergi.
-       Platelet (trombosit).
Merupakan paritikel yang menyerupai sel, dengan ukuran lebih kecil daripada sel darah merah atau sel darah putih.

Ketiga jenis sel darah ; leukosit. eritrosit dan trombosit dihitung jumlahnya persatuam volume darah dengan terlebih dahulu membuat pengenceran dari darah yang akan diperiksa. Cara-cara menghitung sel darah secara manual dengan memakai pipet dan kamar hitung tetap menjadi upaya penting dalam laboratorium klinik, terutama di daerah yang masih belum mempunyai sarana laboratorium yang lengkap.

Menghitung Leukosit
Darah diencerkan dalam pipet leukosit, kemudian dimasukkan ke dalam kamar hitung. jumlah leukosit dihitung dengan volume tertentu ; dengan mengenakan faktor konversi jumlah leukosit per ul darah dapat diperhitungkan. larutan TURK digunakan sebagai larutan pengencer, dengan komposisi : larutan gentianviolet 1% dalam air 1 ml, asam asetat glasial 1 ml, aquadest ad 100 ml. saringlah sebelum dipakai.
·               Perhitungan
Pengenceran yang dilakukan pada pipet adalah 20 kali. Jumlah semua sel yang dihitung dalam keempat bidang itu dibagi 4 menunjukkan jumlah leukosit dalam 0,1 ul. Kalikan angka tersebut dengan 10 (untuk tinggi) dan 20 (untuk pengenceran) untuk mendapatkan jumlah leukosit dalam 1 ul darah. Jumlah sel yang terhitung dikali 50 = jumlah leukosit per ul darah.
Catatan :   Pengenceran yang lazim digunakan untuk menghitung leukosit adalah 20 kali, tetapi menurut keadaan (leukositosis tinggi atau leukopenia) pengenceran dapat diubah sesuai keadaan tersebut, lebih tinggi pada leukositosis dan lebih rendah pada leukopenia. Sedian darah dengan oxalat yang tidak segera dipakai ada kemungkinan terjadi penggumpalan leukosit. Jika darah tepi banyak mengandung sel darah merah berinti maka sel tersebut akan diperhitungkan seperti leukosit, untuk koreksi dapat dilakukan pemeriksaan sedian hapus yang dipakai untuk hitung jenis leukosit, persentase sel darah merah berinti di catat. misalnya ; didapatkan 10.000 leukosit per ul darah dan dari hitung jenis didapatkan tiap 100 leukosit ada 25 sel darah merah berinti, maka jumlah leukosit yang sebenarnya adalah :
http://yayanakhyar.files.wordpress.com/2010/03/belibisa17-rumus_koreksi_leukosit.jpg?w=300&h=39 



Menghitung Eritrosit
Darah diencerkan dalam pipet eritrosit, kemudian dimasukkan kedalam kamar hitung. Jumlah eritrosit dihitung dalam volume tertentu ; dengan menggunakan faktor konversi, jumlah eritrosit per ul darah dapat diperhitungkan. larutan pengencer yang dipakai adalah larutan HAYEM, dengan komposisi : natrium sulfat (berair kristal) 5 g; natrium klorida 1 g; merkuri klorida 0,5 g, aquadest ad 200 ml. Juga boleh dipakai larutan GOWERS : natrium sulfat 12,5 g; asam asetat glasial 33,3 ml; aquadest ad 200 ml. Saringlah sebelum dipakai.
·               Perhitungan
Pengenceran dalam pipet eritrosit adalah 200 kali. Luas tiap bidang kecil 1/400 mm kuatdrat, tinggi kamar hitung 1/10 mm, sedangkan eritrosit yang dihitung dalam 5 x 16 bidang kamar kecil = 80 bidang kecil, yang jumlah luasnya 1/5 mm kuatdrat. Faktor untuk mendapatkan jumlah eritrosit dalam ul darah menjadi 5 x 10 x 200 = 10.000
Catatan :   Pengenceran yang lazim dipakai untuk menghitung eritrosit adalah 200 x; tetapi menurut keadaan (eritrositosis atau anemia) dapat diubah sesuai dengan keadaan itu. untk mengecilkan kesalahan sekurang-kurangnya harus 400 eritrosit dihitung dalam kamar hitung. Menghitung eritrosit dengan kamar hitung lebih sukar dibanding dengan menghitung leukosit dan dibutuhkan ketelitian yang lebih.

IV.    ALAT DAN BAHAN 
Alat                                
·         Hemasitometer
·         Mikroskop
·         Counter
·         Jarum Franke

Bahan
·         Darah kelinci/tikus
·         Alkohol 70%
·         Larutan Hayem
·         Larutan turk

V.     PROSEDUR KERJA
1)      Bagian yang akan diambil darahnya (kelinci, tikus) diusap dengan kapas beralkohol.
2)      Seteleh darah keluar, ujung pipet eritosit ditempelkan (dengan tanda merah didalamnya) dan darah diisap sampai angka 0,5 kemudian diencerkan dengan larutan Hayem sampai batas seratus satu, pipa karet diikatkan pada pipetnya dan kocok perlahan – lahan dengan membentuk goyangan angka delapan.
3)      Sebelum darah diisikan pada bilik hitung, terlebih dahulu bilik hitung dipersiapkan di bawah mikroskop yang mempunyai gambaran seperti berikut (Gambar 5.1).
4)      Untuk menghitung jumlah eritrosit digunakan kotak – kotak kecil di tengah. Eritrosit dihitung dalam 80 kotak kecil.
5)      Jumlah eritrosit/cc = Hasil yang diperoleh dikalikan dengan 106.
6)      Untuk menghitung jumlah leukosit, ujung pipet leukosit (yang bertanda butiran putih pada pipetnya)ditempelkan dan  darah diisapkan sampai angka 0.5. Kemudian diencerkan dengan larutan turk sampai angka 11. Pipa plastik diikatkan pada pipetnya agar darah tidak keluar dan dikocok perlahan – lahan  dengan putaran membentuk angka delapan sampai homogen.
7)      Kotak yang digunakan untuk menghitung leukosit adalah kotak besar yang ada pada kiri/kanan atas dan ujung kiri/kanan bawah. Dihitung leukosit sebanyak 4 x 16 kotak = 64 kotak (Gambar 5.2).
8)      Jumlah Leukosit/cc = jumlah leukosit dalam 64 kotak x 50.

VI.    PEMBAHASAN
Pada praktikum kali ini terdiri dari dua kgiatan,yang pertama adalah menghitung jumlah eritrosit mencit dan yang kedua menghitung jumlah leukosit mencit.
Untuk menghitung eritrosit langkah pertama yang dilakukan adalah menghisap darah mencit dengan menggunakan pipet eritrosit hingga batas angaka 0,5. Kemudian encerkan hingga batas 101, lalu dikocok,proses penambahan larutan pengenceran harus cepat agar darah tidak menggumpal.  Kemudian dimasukkan kedalam kamar hitung. larutan pengencer yang dipakai adalah larutan Hayem, yang mempunyai  komposisi : natrium sulfat (berair kristal) 5 g; natrium klorida 1 g; merkuri klorida 0,5 g, aquadest ad 200 ml. fungsi larutan Hayem ini adalah untuk. Jumlah eritrosit dihitung dalam volume tertentu ; dengan menggunakan faktor konversi, jumlah eritrosit perlu darah dapat diperhitungkan.
Untuk menghitung jumlah eritrosit digunakan kotak - kotak kecil di tengah, eritrosit yang dihitung dalam 5 x 16 bidang kamar kecil = 80 bidang kecil atau kotak kecil. Kotak yang dihitung adalah kotak pada  kanan atas dan bawah, kotak di  kiri atas dan bawah, dan kotak yang berada ditengah. Dan didapatkan jumlah sebagai berikut:

Posisi kotak
Jumlah Eritrosit
Kanan atas
66
Kanan bawah
68
Tengah
63
Kiri atas
67
Kiri bawah
69
Jumlah (80 kotak)
333
Jumlah eritrosit/cc
Jumlah eritrosit  dalam 80 kotak x 106
= 333 x 106
= 333.000.000 / cc

Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah eritrosit darah mencit kontrol (Eritrosit = 3,55 x 106 butir/mm3 , hemoglobin = 10,50 g/100 mL, nilai hematokrit = 45,50%). Sedangkan, jumlah eritrosit pada mencit yang kami amati adalah 333.000.000 / cc.
Jumlah eritrosit sangat bervariasi antara individu yang satu dengan yang lainnya. Jumlah eritrosit dipengaruhi oleh jenis kelamin, umur, kondisi tubuh, variasi harian, dan keadaan stress. Banyaknya jumlah eritrosit juga disebabkan oleh ukuran sel darah itu sendiri (Schmidt dan Nelson, 1990).  Dallman dan Brown (1987) menyatakan bahwa, hewan yang memiliki sel darah kecil, jumlahnya banyak. Sebaliknya yang ukurannya lebih besar akan mempunyai jumlah yang lebih sedikit. Jumlah sel darah merah yang banyak, juga menunjukkan besarnya aktivitas hewan tersebut. Hewan yang aktif bergerak/beraktivitas akan memiliki eritrosit dalam jumlah yang banyak pula, karena hewan yang aktif akan mengkonsumsi banyak oksigen, dimana eritrosit sendiri mempunyai fungsi sebagai transport oksigen dalam darah.
Kegiatan selanjutnya adalah menghitung jumlah leukosit pada mencit, langkah-langkah yang dilakukan sama seperti menghitung eritrosit. Yang berbeda adalah pipet yang digunakan adalah pipet Leukosit dan larutan pengencernya adalah larutan Truk yang mempunyai komposisi berupa : larutan gentian violet 1% dalam 1 mL air, asam asetat glacial 1 mL, aquadest ad 100 ml. larutan Turk berwarna ungu karena penambahan larutan gentian violet yang bertujuan untuk memberi warna pada inti dari granula leukosit dimana larutan ini memecah eritrosit dan trombosit, tetapi tidak memecah leukosit maupun eritrosit berinti. Dan kotak yang digunakan untuk menghitung leukosit adalah :

Posisi Kotak
Jumlah Leukosit
Kanan atas
9
Kanan bawah
10
Kiri atas
11
Kiri bawah
5
Jumlah (64 kotak)
35
Jumlah leukosit / cc
Jumalah Leukosit dalam 64 kotak x 50
= 35 x 50
= 1750 / cc

Leukosit dalam darah jumlahnya lebih sedikit daripada eritrosit dengan rasio 1 : 700 (Frandson, 1992). Jumlah leukosit tergantung  jenis  hewannya.  Fluktuasi jumlah leukosit pada tiap individu cukup besar pada kondisi tertentu seperti stres, umur, aktifitas fisiologis dan lainnya. Leukosit berperan penting dalam pertahanan seluler dan  humoral organisme terhadap benda-benda asing.  Jumlah leukosit lebih banyak diproduksi jika kondisi tubuh sedang sakit apabila dalam sirkulasi darah jumlah leukositnya lebih sedikit dibanding dengan eritrositnya (Pearce, 1989). Kimball (1988) menyatakan bahwa, sel darah putih berperan dalam melawan infeksi.
Hewan yang terinfeksi akan mempunyai jumlah leukosit yang banyak, karena leukosit berfungsi melindungi tubuh dari infeksi. Penurunan jumlah leukosit dapat terjadi karena infeksi usus, keracunan bakteri, septicoemia, kehamilan, dan partus. Menurut Soetrisno (1987), jumlah leukosit dipengaruhi oleh kondisi tubuh, stress, kurang makan atau disebabkan oleh faktor lain. Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah eritrosit dan leukosit yaitu tergantung pada spesies dan kondisi pakannya, selain itu juga bahan organik yang terkandung seperti glukosa, lemak, urea, asam urat, dan lainnya.

VII.  JAWABAN PERTANYAAN
a.       Apakah fungsinya larutan Hayem ?
Jawab  :  Larutan Hayem dibuat dari campuran senyawa natrium sulfat (berair kristal) 5g, natrium klorida 1g, merkuri klorida 0,5g dan air ditambahkan hingga volumenya menjadi 200 ml. Larutan harus disaring sebelum dipakai. Fungsinya untuk mengencerkan darah merah (eritrosit) dalam pipet eritrosit, lalu kemudian dimasukkan kedalam kamar hitung Hemasitometer.

b.      Apa bedanya pengenceran dalam penghitung eritrosit dan leukosit ?
Jawab  :  Leukosit
               Darah diencerkan dalam pipet leukosit, kemudian dimasukkan ke dalam kamar hitung. jumlah leukosit dihitung dengan volume tertentu; dengan mengenakan faktor konversi jumlah leukosit per ul darah dapat diperhitungkan. larutan TURK digunakan sebagai larutan pengencer, dengan komposisi : larutan gentianviolet 1% dalam air 1 ml, asam asetat glasial 1 ml, aquadest 100 ml. saringlah sebelum dipakai. Pengenceran yang dilakukan pada pipet adalah 20 kali. Jumlah semua sel yang dihitung dalam keempat bidang itu dibagi 4 menunjukkan jumlah leukosit dalam 0,1 ul. Kalikan angka tersebut dengan 10 (untuk tinggi) dan 20 (untuk pengenceran) untuk mendapatkan jumlah leukosit dalam 1 ul darah. Singkatnya : Jumlah sel yang terhitung dikali 50 = jumlah leukosit per ul darah.

               Eritrosit
Darah diencerkan dalam pipet eritrosit, kemudian dimasukkan kedalam kamar hitung. Jumlah eritrosit dihitung dalam volume tertentu ; dengan menggunakan faktor konversi, jumlah eritrosit per ul darah dapat diperhitungkan. larutan pengencer yang dipakai adalah larutan HAYEM, dengan komposisi : natrium sulfat (berair kristal) 5 g; natrium klorida 1 g; merkuri klorida 0,5 g, aquadest ad 200 ml. Juga boleh dipakai larutan GOWERS : natrium sulfat 12,5 g; asam asetat glasial 33,3 ml; aquadest ad 200 ml. Saringlah sebelum dipakai. Pengenceran dalam pipet eritrosit adalah 200 kali. Luas tiap bidang kecil 1/400 mm kuatdrat, tinggi kamar hitung 1/10 mm, sedangkan eritrosit yang dihitung dalam 5 x 16 bidang kamar kecil = 80 bidang kecil, yang jumlah luasnya 1/5 mm kuatdrat. Faktor untuk mendapatkan jumlah eritrosit dalam ul darah menjadi 5 x 10 x 200 = 10.000

VIII.    KESIMPULAN
a.       Jumlah eritrosit (333.000.000/cc) pada mencit lebih banyak dibandingkan dengan jumlah leukositnya (1750/cc).
b.   Pengenceran yang dilakukan pada pipet leukosit adalah 20 kali. Pengenceran dalam pipet eritrosit adalah 200 kali.



DAFTAR PUSTAKA


Hazny, Filza. 2009. Darah. http://filzahazny.wordpress.com/2009/07/10/darah/. Diakses pada tanggal 9 November 2010.

Israr, Yayan A. 2009. Menghitung Sel-sel Darah. http:// yayanakhyar.wordpress.com/2010/03/26/lab-menghitung-sel-sel-darah/. Diakses pada tanggal 9 November 2010.

Pangestuti, Ratna Mega Dwi. 2009. Pengukuran Hematologi. http://megaspace007.wordpress.com/2009/12/24/pengukura-hematologi/. Diakses pada tanggal 9 November 2010.

Slamet, Adeng dan Mgs. M. Tibrani. 2010. Penuntun Praktikum Fisiologi Hewan. Inderalaya : Universitas Sriwijaya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar