JUDUL PRAKTIKUM : TRANSPIRASI PADA TUMBUHAN
TUJUAN PRAKTIKUM : 1. Mengamati faktor-faktor luar yang mempengaruhi transpirasi.
2. Mengetahui kecepatan transpirasi dalam waktu tertentu.
DASAR TEORI :
Transpirasi adalah proses pengeluaran air dalam bentuk uap air oleh tumbuhan. Transpirasi dapat dilakukan oleh tumbuhan melalui stomata, kutikula, atau lentisel. organ tumbuhan yang paling berperan dalam proses transpirasi adalah daun, dan proses taranspirasi yang terbear juga terjadi di daun yaitu melalui stomata. Bentuk, distribusi, dan ukuran stomata mempengaruhi laju transpirasi. Selain itu, laju transpirasi dipengaruhi juga oleh beberapa faktor luar, antara lain : radiasi cahaya, kelembaban, suhu, angin, dan keadaan air tanah.
ALAT DAN BAHAN :
1. 4 tabung Erlenmeyer
2. Pucuk tanaman Acalypha sp.
3. Neraca
4. Air
5. Vaselin
6. Gabus dan pelubang gabus
7. Termometer
8. Alumunium foil atau plastik dan karet pengikat
CARA KERJA :
· KECEPATAN TRANSPIRASI TUMBUHAN
1. Isilah 2 tabung Erlenmeyer dengan air sebanyak ± ½ tabung dan tutup dengan gabus yang berlubang.
2. Masukkan masing-masing tanaman Acalypha sp. (panjang ±40 cm) dalam botol melalui lubang pada gabus (ujung batang Acalypha sp. sudah dipotong miring).
3. Berilah vaselin pada sekeliling gabus dan lubang gabus untuk mencegah penguapan selain dari tanaman tersebut.
4. Timbanglah masing-masing tabung Erlenmeyer beserta tanamannya, dan catatlah masing-masing beratnya.
5. Letakkan satu tabung Erlenmeyer di dalam ruangan, dan satu tabung lainnya di luar ruangan.
6. Ukurlah temperatur dan kelembaban udara di dalam dan di luar ruangan.
7. Setiap 20 menit, timbanglah kembali masing-masing tabung Erlenmeyer beserta tanamannya. Lakukan penimbangan sebanyak 5 kali.
8. Setelah penimbangan terakhir selesai, ambillah seluruh daun pada masing-masing tanaman (di luar dan di dalam). Ukurlah total luas daun dengan cara :
· Setiap daun dibuat pola dan seluruh pola daun ditimbang (x gram).
· Buatlah potongan kertas seluas 1 cm2 dan timbang (y gram).
9. Lakukan perhitungan luas total daun dengan rumus :
Luas Total Daun =
cm2
Kemudian lakukan perhitungan kecepatan transpirasi :
Keterangan :
a = selisih rata-rata berat botol + air + tanaman pada awal percobaan dan setelah percobaan (kecepatan transpirasi rata-rata tiap jam).
b = luas total daun (cm2)
10. Ulangilah langkah no.1 sampai no.9 untuk melihat pengaruh angin. Kipasilah dahan-dahan tersebut ketika diletakkan di luar ruangan. Setiap 20 menit dilakukan penimbangan.
HASIL PENGAMATAN :
Tabel 1. Perubahan berat pada masing-masing perlakuan per 20 menit
Perlakuan | Suhu (OC) | Berat Awal (gr) | Berat Akhir (gr) | |
1 | 2 | |||
Kontrol | 31 | 360,2 | 360,2 | 360,2 |
Di luar + cahaya | 31-32 | 411,6 | 408,3 | 407,2 |
Di luar + dikipasi | 31 | 411,9 | 409,0 | 408,1 |
Di dalam ruangan | 28 | 381,2 | 380,9 | 380,3 |
Tabel 2. Berat dan luas daun pada masing-masing perlakuan
Perlakuan | Berat Sampel (gr) | Luas Sampel Daun (cm2) | Berat Sebenarnya (gr) | Luas Seluruh Daun (cm2) |
Di luar + cahaya | 0,2 | 4 | 27,9 | 558 |
Di luar + dikipasi | 0,2 | 4 | 19,7 | 394 |
Di dalam ruangan | 0,2 | 4 | 22,2 | 444 |
ANALISA DATA :
1. Di luar + cahaya
berat awal – berat akhir ke-1 = 411,6 - 408,3 = 3,3
berat akhir ke-1 – berat akhir ke-2 = 408,3 - 407,2 = 1,1
Air yang diuapkan selama 40 menit = Rata-rata selisih berat
= 3,3 + 1,1 / 2 = 4,4 / 2 = 2,2 g
Air yang diuapkan per menit
= 2,2 g / 20 = 0,11 g/menit
Kecepatan Transpirasi
= Selisih rata-rata berat total / waktu / luas seluruh daun
= 2,2 g / 20 menit / 558 cm2
= 0,000197 g/menit/ cm2
=1,97 x 10-4 g/menit/ cm2
2. Di luar + dikipasi
berat awal – berat akhir ke-1 = 411,9 - 409,0 = 2,9
berat akhir ke-1 – berat akhir ke-2 = 409,0 – 408,1 = 0,9
Air yang diuapkan selama 40 menit = Rata-rata selisih berat
= 2,9 + 0,9 / 2 = 3,8 / 2 = 1,9 g
Air yang diuapkan per menit
= 1,9 g / 20 = 0,095 g/menit
Kecepatan Transpirasi
= Selisih rata-rata berat total / waktu / luas seluruh daun
= 1,9 g / 20 menit / 394 cm2
= 0,000241 g/menit/ cm2
= 2,41 x 10-4 g/menit/ cm2
3. Di dalam ruangan
berat awal – berat akhir ke-1 = 381,2 – 380,9 = 0,3
berat akhir ke-1 – berat akhir ke-2 = 380,9 – 380,3 = 0,6
Air yang diuapkan selama 40 menit = Rata-rata selisih berat
= 0,3 + 0,6/ 2 = 0,9 / 2 = 0,45 g
Air yang diuapkan per menit
= 0,45 g / 20 = 0,0225 g/menit
Kecepatan Transpirasi
= Selisih rata-rata berat total / waktu / luas seluruh daun
= 0,45 g / 20 menit / 444 cm2
= 0,0000506 g/menit/ cm2
= 5,06 x 10-5 g/menit/ cm2
PEMBAHASAN :
Dalam praktikum kali ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor luar yang mempengaruhi transpirasi serta kecepatan transpirasi tumbuhan. Tanaman yang dipakai seharusnya dipakai adalah Acalypha sp., tapi karena tidak tersedia maka tanaman diganti dengan tanaman nangka. Luka di sekitar pucuk tanaman nangka yang ada diolesi dengan vaselin untuk menghindari penguapan selain dari daun nangka. Ada 3 perlakuan yang berbeda di dalam percobaan ini. Perlakuan ini berguna untuk mengetahui faktor luar yang mempengaruhi transpirasi, yaitu cahaya, angin, dan suhu.
Dari hasil pengamatan dan analisa data diketahui bahwa luas seluruh daun pada masing-masing perlakuan berbeda, sehingga kemungkinan kecepatan transpirasinya pun berbeda. Namun, untuk melihat perbedaan dapat dilihat dari jumlah air yang diuapkan per menit pada masing-masing perlakuan. Jumlah air yang diuapkan pada tanaman yang terkena cahaya lebih banyak dibandingkan dengan tanaman yang di dalam ruangan dan yang dikipasi. Hal ini memperlihatkan adanya pengaruh faktor luar terhadap transpirasi tumbuhan tersebut. Selain itu, luas daun pun berpengaruh terhadap jumlah air yang diuapkan. hal ini disebabkan karena semakin luas daun tersebut, maka jumlah stomata akan lebih banyak. Transpirasi dilakukan lewat stomata, jadi semakin banyak stomata maka semakin banyak pula air yang diuapkan.
Pada saat ada cahaya, sehelai daun yang terkena sinar matahari langsung akan mengabsorbsi energi radiasi. Pada saat terjadi fotosintesis CO2 dalam daun rendah, pH naik sehingga stoma terbuka. Selain itu, ada perbedaan suhu pada setiap perlakuan. Hal ini juga mempengaruhi transpirasi tanaman tersebut. Kenaikan suhu dari 180 sampai 200F cenderung untuk meningkatkan penguapan air sebesar dua kali. Suhu daun di dalam naungan kurang lebih sama dengan suhu udara, tetapi daun yang terkena sinar matahari mempunyai suhu 100 – 200F lebih tinggi dari pada suhu udara. Kemudian, faktor luar lainnya yang berpengaruh terhadap transpirasi adalah angin (dikipasi). Angin cenderung untuik meningkatkan laju transpirasi, baik didalam naungan atau cahaya, melalui penyapuan uap air. Akan tetapi di bawah sinar matahari, pengaruh angin terhadap penurunan suhu daun, dengan demikian terhadap penurunan laju transpirasi, cenderung menjadi lebih penting daripada pengaruhnya terhadap penyingkiran uap air.
Dari analisa data diketahui bahwa kecepatan transpirasi tanaman berbeda-beda sesuai dengan luas seluruh daunnya dan faktor yang mempengaruhinya. Kecepatan transpirasi tanaman nangka yang berada di luar terkena cahaya matahari adalah 1,97 x 10-4 g/menit/ cm2 dengan luas seluruh daun 558 cm2. Kecepatan transpirasi tanaman nangka yang diletakkan di luar ruangan namun dikipasi adalah 2,41 x 10-4 g/menit/ cm2 dengan luas seluruh daun 394 cm2. Sedangkan kecepatan transpirasi di dalam ruangan adalah 5,06 x 10-5 g/menit/ cm2
dengan luas seruh daun 444 cm2.
KESIMPULAN :
1. Suhu, cahaya dan angin merupakan faktor luar yang mempengaruhi transpirasi pada tumbuhan.
2. Transpirasi juga dipengaruhi oleh luas daun. Semakin luas daun tersebut, maka makin banyak stomata yang terkandung sehingga air yang diuapkan semakin banyak.
3. Kecepatan transpirasi pada tumbuhan berbeda-beda karna dipengaruhi oleh faktor luar dan faktor dalam dari tumbuhan tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar